Berita Detail
Safari Sabtu Subuh (S3) di masjid Jami' Raudhatul Hakim, Villa Serpong "Getaran Jiwa Di balik Pengorbanan"
Penulis : Suradi, SE, MM, CPS-DMI Tangerang Selatan
Safari Sabtu Subuh (S3) digelar pada Sabtu, 30 Mei 2026 / 13 Dzulhijjah 1447H di masjid Raudhatul Hakim Villa Serpong bersama Ustadz Sahal Abu Abdillah dan Dr. N. Hery Kustanto, MM dengan tema "Getaran Jiwa Di balik Pengorbanan "
Insight, Inspiration & Motivation masjid Jami' Raudhatul Hakim, Villa Serpong.
S3 Forum Masjid Musholla BSD dan sekitarnya (FMMB) kembali digelar di masjid Jami' Raudhatul Hakim, Villa Serpong. Alhamdulillah semakin makmur masjidnya, semakin megah bangunannya, semakin memberikan kenyamanan jamaah dalam menjalankan ibadah dan kemaslahatan umat dengan hamparan sajadah yang memenuhi ruangan utama masjid, aroma ruangan yang harum dan menyejukkan dan pencahayaan ruangan yang memadai. Perkembangan kemakmuran masjid Raudhatul Hakim ini melalui perjalanan dan perjuangan panjang oleh para pengurus dan jamaahnya. Dengan ijin Allah dan ikhtiar para pelaku sejarah dan pejuang masjid Raudhatul Hakim Villa Serpong terus berbenah secara berjamaah.
Ustadz Mardi Candra selaku Ketua DKM Jami' Raudhatul Hakim, Villa Serpong bersyukur kepada Allah dan bersholawat kepada Rasulullah serta menyapa narasumber kajian Subuh, para presidium, para jamaah S3 FMMB. Acara S3 FMMB di masjid Raudhatul Hakim sunggu menyenangkan dan membahagiakan. Secara kelembagaan ada Yayasan dan ada DKM Raudhatul Hakim. Secara kepengurusan sebagai Ketua DKM Raudhatul Hakim masih relative baru karena ketua DKM Raudhatul Hakim sebelumnya menjalani pindah tugas ke tempat yang berbeda.
Di masjid Raudhatul Hakim selain tempat ibadah juga merintis pemberdayaan umat antara lain barbershop dan fasilitas olahraga gym, tenis meja dan lainnya. Masjid Raudhatul Hakim juga dikenal sebagai masjid ramah ideologi, siapapun dan apapun kelompoknya tidak ada disparitas termasuk penyelenggaraan sholat hari raya bila terjadi pemikiran yang berbeda waktu penyelenggaraannya maka difasilitasi keduanya. Selain itu juga menjadi masjid yang ramah anak sehingga tidak ada istilah memarahi anak ketika ribut di masjid. Mereka adalah generasi kepemimpinan umat sehingga kita perlakukan dengan sebaik-baiknya.
Testimoni apa kata yang dirasa dan yang diharapkan. Untuk testimoni kali ini disampaikan langsung oleh Ustadz Mardi Candra sebagai pengemban amanah Ketua DKM Jami’ Raudhatul Hakim, Villa Serpong yang masih relatif baru beserta para pengurusnya.
Dengan kedatangan FMMB merasa sangat senang. Alasan pertama, masjid yang sudah ramai makin ramai. Kedua, bisa silaturahim dengan teman-teman pengurus majid yang lain saling bercerita berbagi pengalaman menjadi pembelajaran bersama untuk mengembangkan masjid, mencari contoh terbaik (best practice) masjid. Ketiga, jamaah sangat senang masjid bisa kedatangan tamu dari berbagai masjid sehingga menambah semangat, menambah keimanan, menambah ukhuwah Islamiyah antara jamaah masjid Raudhatul Hakim dengan masjid lainnya.
Masjid Raudhatul Hakim dikenal masjid ramah ideologi dengan berbagai mahzab, berbagai kelompok diterma di masjid Raudhatul Hakim dengan tetap ada pengawasan terhadap potensi penyusupan-penyusupan agar akidah umat tetap terjaga dan tetap dalam koridor maka difasilitasi tanpa diskriminasi seperti sholat hari raya sebanyak 2 kali difasilitasi keduanya. Ada imam masjid 2 orang dengan disediakan rumah masing-masing dengan amaliyah imam dengan qunut dan imam tanpa baca qunut supaya umat Islam tetap bersatu meski ada beda cara pandang namun sumbernya sama dari ajaran Islam. Harapan kita ke depan FMMB semakin lebih berkembang, lebih solid dan semakin tambah maju.
Spiritual Message kajian subuh bersama Ustadz Sahal Abu Abdillah dan Dr. N. Hery Kustanto, MM dengan tema “Getaran Jiwa Di balik Pengorbanan "
Approach. Berdasarkan ayat-ayat suci Al Quran yang menjadi petunjuk.
“Sesungguhnya Ibrahim adalah imam (sosok anutan) yang patuh kepada Allah, hanif (lurus), dan bukan termasuk orang-orang musyrik.” (QS An Nahl 16 : 120)
“Daging (hewan kurban) dan darahnya itu sekali-kali tidak akan sampai kepada Allah, tetapi yang sampai kepada-Nya adalah ketakwaanmu. Demikianlah Dia menundukkannya untukmu agar kamu mengagungkan Allah atas petunjuk yang Dia berikan kepadamu. Berilah kabar gembira kepada orang-orang yang muhsin.” (QS Al Hajj 20 : 37).
Ingat Idul Qurban ingat 2 sosok panutan : Nabi Ibrahim dan Nabi Ismail. Ketika Idul Adha tiba maka ingatan kita langsung ingat 2 sosok panutan yaitu Nabi Ibrahim dan Nabi Ismail yang menjadi contoh teladan bagi kita terutama yang terkait dengan ketakwaan, keikhlasan, kehambaan dan kecintaan kepada Allah. Karena sesungguhnya ending dari suatu kebaikan kepada Allah akan kembali kebaikan kepada diri pelaku kebaikan tersebut. Semoga masjid yang kita urus sebagai amanah semakin makmur sholat berjamaahnya, menghadirkan beragam kemanfaatan dan wasilah menuju syurga.
Idul Qurban antara pendekatan Teologi dan Psikologi. Secara interaktif melibatkan para jamaah S3 FMMB dengan beberapa pertanyaan atau quiz yang mengispirasi, memitivasi dan bermusahabah diri antara lain “Cinta tanpa berkurban adalah cinta di bibir saja (Benar/Salah)”, “Siti Hajar ibunda Nabi Ismai santai-santai saja mengetahui anaknya akan dikurbankan (Benar/Salah).”
Secara psikologi getaran jiwa di balik pengorbanan masih jarang dikupas. Begitu bermaknanya ketika kita mengupas dalam perspektif psikologi bahwa ketika Idul Qurban tiba maka ada perasaan untuk mempertahkan pendapat secara pribadi kemudian berusaha menolak dulu (denial) bahkan melakukan rasionalisasi dengan alasan masjidnya sudah makmur untuk menyelenggarakan qurban sehingga menimbulkan pertentangan batin. Selain itu dalam proses mimpinya Nabi Ibrahim mengalami 3 kali mimpi dan amalan puasa Tarwiyah, Arafah dan Nahr yang bersifat melekat.
Ada proses dialog dan komunikasi sehat antara seorang ayah (Nabi Ibrahim) dan seorang anaknya (Nabi Ismail). Bayangkan bagaimana perasaan seorang ayah ketika mengucapkan kata menyembelihmu. Maka sang anak (Nabi Ismail) menjawab “Wahai ayahku, lakukan apa yang diperingatkan (Allah) kepadamu. In syaa Allah engkau akan mendapatiku termasuk orang-orang sabar”. Dalam kisah ini Nabi Ibrahim dikuatkan oleh keridhoan anaknya dan Nabi Ismail dikuatkan oleh keteguhan ayahnya.
Bagaimana perasaan ibunda Hajar? Sebagai seorang ibu yang telah melahirkan anak yang dicintainya menjalani perasaan ditinggal suami di tempat yang sepi dan sunyi, berlafi dari shafa dan marwah sebanyak 7 kali semi setetes air untuk anak tercintanya, kurang lebih 3 km jaraknya bolak balik, Nabi Ismail adalah harapan hidup satu-satunya dan suami mendapatkan perintah Tuhan untuk menyembelihnya. Jika Allah yang memerintahkannya maka Allah tidak akan pernah menelantarkan kami.
Refleksi kini untuk diri ini. Bahwa yang sampai kepada Nya adalah ketakwaan kamuy aitu sikap kamu melawan rasa cinta terhadap harta dan kikir dengan berkurban, peduli dan berbagi kepada fakir miskin dan dhuafa guna mendekatkan diri kepada Allah. Ujian dekolonisasi hati bahwa Allah ingin membersihkan hati Ibrahim dari berhala-berhala cinta yang mulai menyaingi cinta Nya. Allah ingin melihat apakah di dalam hati Ibrahim masih ada sekat bernama “milikku” atau seluruh dirinya sudah menjadi “milikMu”. Berhala pada diri manusia saat ini adalah harta, tahta dan nama yang menimbulkan sifat ego berlebihan sehingga berdampak pada kesombongan jauh dari kehambaan kepada Allah.
Di penghujung acara S3 FMMB ditutup dengan doa bersama dilanjutkan dengan foto bersama untuk dokumentasi, syiar dan dakwah. Kemudian sholat syuruq dan menikmati hidangan sarapan bersama dan ramah tamah saling silaturahim, sharing dan membangun sinergitas di teras masjid Raudhatul Hakim dengan penuh kekeluargaan antar masjid dan pengurus FMMB serta personal representative organisasi Islam Tangerang Selatan lainnya.
Disini gunung disana gunung, di tengahnya terdapat kebun kedondong.
Kita sungguh beruntung, ikuti S3 di masjid Raudhatul Hakim Villa Serpong.
BSD … Kota Santri. FMMB …. Berkah Manfaat. Raudhatul Hakim …. Makmur.
DMI …. Ayo ke Masjid.
Allahu akbar. Allahu akbar. Allahu akbar

