• dmitangsel.id@gmail.com
  • 0851-3308-0943
  • Imsak At: 04:31 WIB
  • Sunrise At: 05:58 WIB
  • Sunset At: 18:06
dmitangsel.id@gmail.com 0851-3308-0943

Berita Detail

FUNGSI MASJID DARI MASA KE MASA: Tumbuh Bersama Masjid
FUNGSI MASJID DARI MASA KE MASA: Tumbuh Bersama Masjid

FUNGSI MASJID DARI MASA KE MASA: Tumbuh Bersama Masjid

KH. Anang Rikza Masyhadi, M.A., Ph.D
Pengasuh Pondok Modern Tazakka Batang Jateng

Yang Mulia:
Ketum: Bapak H. Jusuf Kalla
Waketum / Ketua Harian: Bapak H. Syafruddin
Ketua: Bapak H. Sofyan Djalil
Ketua: Bapak Irjen H. Guntur
Sekjen: Bapak H. Imam Ad-Daruqutni
Bendahara: Bapak H. Suhaily Kalla

Ketua-ketua dan Sekretaris DPW DMI se-Indonesia

Dirjen Bimas Islam Kemenag RI: Prof. Dr. Kamaruddin Amin, M.A

Selamat Milad ke-50 Dewan Masjid Indonesia semoga jaya dan berkah selalu. 

1.    Menarik membicarakan kaitan masjid dengan peradaban. 

Pertama, kita mulai dari statemen bhw core peradaban Islam adalah ilmu pengetahuan.  

Hal ini bisa dirunut dari fakta berikut: 
a.    Ayat pertama turun adalah perintah membaca: IQRA', padahal kondisi Arab masih buta huruf
b.    Ayat-ayat Quran dan Hadits memberikan appresiasi tinggi pada ilmu pengetahuan dan orang yang berilmu
يرفع الله الذين آمنوا... درجات
من أراد الدنيا فعليه بالعلم...

c.    Nabi tidak mewariskan dinar dan dirham, tapi mewariskan Quran dan Sunnah; keduanya adalah ilmu pengetahuan

 مَنْ سَلَكَ طَرِيقًا يَطْلُبُ فِيهِ عِلْمًا سَلَكَ اللَّهُ بِهِ طَرِيقًا مِنْ طُرُقِ الْجَنَّةِ وَإِنَّ الْمَلَائِكَةَ لَتَضَعُ أَجْنِحَتَهَا رِضًا لِطَالِبِ الْعِلْمِ وَإِنَّ الْعَالِمَ لَيَسْتَغْفِرُ لَهُ مَنْ فِي السَّمَوَاتِ وَمَنْ فِي الْأَرْضِ وَالْحِيتَانُ فِي جَوْفِ الْمَاءِ وَإِنَّ فَضْلَ الْعَالِمِ عَلَى الْعَابِدِ كَفَضْلِ الْقَمَرِ لَيْلَةَ الْبَدْرِ عَلَى سَائِرِ الْكَوَاكِبِ وَإِنَّ الْعُلَمَاءَ وَرَثَةُ الْأَنْبِيَاءِ وَإِنَّ الْأَنْبِيَاءَ لَمْ يُوَرِّثُوا دِينَارًا وَلَا دِرْهَمًا وَرَّثُوا الْعِلْمَ فَمَنْ أَخَذَهُ أَخَذَ بِحَظٍّ وَافِرٍ

"Barang siapa yang meniti jalan untuk menuntut ilmu, maka Allah akan mempermudah untuknya jalan menuju surga. Sesungguhnya para Malaikat merendahkan sayap-sayapnya sebagai keridhaan kepada penuntut ilmu. Orang yang berilmu akan dimintakan maaf oleh penduduk langit dan bumi, sampai pun ikan yang ada di dasar laut. Keutamaan seorang yang berilmu dibanding ahli ibadah seperti keutamaan rembulan pada malam purnama terhadap seluruh bintang-bintang. Orang-orang berilmu adalah ahli waris para Nabi. Dan para Nabi tidak mewariskan dinar maupun dirham, namun yang mereka wariskan hanyalah ilmu. Barang siapa yang menuntutnya, maka ia telah mengambil bagian yang banyak (HR. Ahmad & Abu Dawud)

d.    Pewaris Nabi adalah ulama, bukan raja, orang kaya, dst.

e. Para tawanan perang musuh bisa dibebaskan asal mau mengajar baca tulis kaum muslimin yang buta huruf

2.    Dimana pusat produksi dan reproduksi ilmu pengetahuan dan ulama? Dalam sejarah Islam, masjid adalah pusatnya. Para ulama memiliki zawiyah tersendiri; masjid memiliki asrama untuk menampung para penuntut ilmu. Oleh sebab itu, kampus-kampus tua semuanya berasal dari masjid, seperti Al-Azhar, Az-Zaitunah, Al-Qurawiyyin, dsb.

3.    Di Al-Azhar, sejak awal berdiri, masjid sudah memberikan beasiswa bagi penuntut ilmu. Ilmu yang diajarkan tidak hanya agama, tapi juga umum, seperti kimia dan matematika. Jauhar Al-Siqily, panglima Dinasti Fathimiyyah ketika itu adalah salah seorang petinggi yang turun langsung mengajar para penuntut ilmu.

4. Itu pula mengapa masjid disebut 'al-jami'. Pertama, karena ia tempat berkumpulnya semua orang. Kedua, karena masjid menjadi pusat kegiatan masyarakat. Ketiga, karena masjid mengajarkan semua ilmu. 

Sehingga, dalam perkembangannya kemudian, setelah institusi pendidikan berdiri terpisah dari masjid lalu disebut dengan 'al-jami'ah', merujuk pada makna ketiga: tempat mengajarkan semua ilmu. 

Itulah yang kemudian diterjemahkan menjadi 'university' (universe): alam semesta. 

Jami (masjid) = pusat ibadah
Jamiah (university) = pusat iptek

Jami' (masji) ibarat mihrabnya orang shalat
Jamiah (university) ibarat mihrabnya para penuntut ilmu

Sedangkan jika merujuk pada makna pertama dan kedua: sbg tempat berkumpulnya manusia dan pusat kegiatan, maka ini melintasi sekat-sekat furuiyyah. Masjid menjadi perekat umat.

Itulah mengapa ada masjid yang sangat dicela oleh Al-Quran:

وَٱلَّذِینَ ٱتَّخَذُوا۟ مَسۡجِدࣰا ضِرَارࣰا وَكُفۡرࣰا وَتَفۡرِیقَۢا بَیۡنَ ٱلۡمُؤۡمِنِینَ وَإِرۡصَادࣰا لِّمَنۡ حَارَبَ ٱللَّهَ وَرَسُولَهُۥ مِن قَبۡلُۚ وَلَیَحۡلِفُنَّ إِنۡ أَرَدۡنَاۤ إِلَّا ٱلۡحُسۡنَىٰۖ وَٱللَّهُ یَشۡهَدُ إِنَّهُمۡ لَكَـٰذِبُونَ }
[سُورَةُ التَّوۡبَةِ: ١٠٧]

Dan (di antara orang-orang munafik itu) ada yang mendirikan masjid untuk menimbulkan bencana (pada orang-orang yang beriman), untuk kekafiran dan untuk memecah belah di antara orang-orang yang beriman, serta untuk menunggu kedatangan orang-orang yang telah memerangi Allah dan Rasul-Nya sejak dahulu. Mereka pasti bersumpah, “Kami hanya menghendaki kebaikan.” Dan Allah menjadi saksi bahwa mereka itu pendusta (dalam sumpahnya).

5. Merujuk pada pendapat para ahli sosiologi, inti peradaban ada 3: sistem gagasan, sistem perilaku dan sisi material (artefak). Ilmu pengetahuan adalah bagian dari sistem gagasan dan menjadi penentu dari sistem perilaku dan manifestasi material, seperti bangunan, dst.

Di sinilah fungsi sentral masjid karena ia menjadi pusat ilmu pengetahuan shgg menjadi pilar utama bangunan peradaban Islam.

6.    Sampai pada masa pemerintahan Al-Mutawakkil (Dinasti Abbasiyah) tidak ada pendirian madrasah secara terpisah sebagai tempat belajar ilmu tertentu. 

7.    Menurut Al-Dzahabi, Bani Saljuk yang berkuasa antara 456-485 H adalah pemerintahan pertama yang mendirikan madrasah terpisah dari masjid. 

Artinya, sejak zaman Rasul hingga Dinasti Abbasiyyah, saat Bani Saljuk, masjid bukan saja sebagai tempat ibadah, tapi juga sebagai madrasah. 

8.    Karena pada masa pemerintahan awal Bani Abbasiyah belum berdiri secara mandiri madrasah, meskipun telah berdiri lembaga yang disebut dengan Kuttab-lembaga untuk pendidikan anak usia sekolah dasar. Itu pun awalnya dilakukan di masjid.

Masjid ketika itu berfungsi menjadi pusat terbesar pendidikan, selain untuk fungsi ibadah, mahkamah peradilan, dan fungsi-fungsi lain seperti tempat penelitian (nahwu, sharf, dll).
 
9.    Fungsi masjid sebagai tempat pendidikan sejak zaman Rasul SAW. 

10. Bukan hanya itu saja, bahkan ketika Rasulullah menjadi kepala negara Madinah, Masjid Nabawi juga menjadi pusat pemerintahan untuk mengatur negara. Tradisi ini diteruskan oleh   Khulafaur-Rasyidin (Abu Bakar, Umar, Usman, dan Ali).

Rasulullah juga menggunakan masjid sebagai ruang pertemuan dan tempat untuk memberikan pengarahan, tempat menyelesaikan sengketa atau pengadilan, serta mengatur pertahanan dan keamanan negara. Karena itu pelatihan militer dan pelepasan tentara menuju medan perang juga dilakukan di masjid.

11. Setelah Bani Umayyah yang dipimpin oleh Muawiyah bin Abu Sufyan menjadi khalifah, barulah pusat pemerintahan dipindah dari masjid ke Istana.

12. Pada Perang Badr, peperangan antara kaum muslimin dan kaum musyrikin Quraisy ini berakhir dengan kemenangan umat Islam. Karena kalah, kaum musyrikin meninggalkan harta yang banyak di medan perang.

Harta itu kemudian dikumpulkan dan diambil oleh umat Islam. Kemudian harta tersebut dibagikan di Masjid.

13. Dalam beberapa sumber, dikisahkan bahwa sepulangnya dari menaklukkan Bahrain, Abu Hurairah RA menghadap Khalifah Umar RA dengan membawa uang 500 ribu dirham--jumlah yang sangat besar pada masa itu--sebagai hasil rampasan perang. Sejak saat itu, Umar membentuk lembaga keuangan khusus atau yang lebih dikenal dengan istilah Baitul Maal.

Pada tahap awal, keberadaan Baitul Maal difungsikan sebagai tempat untuk menghimpun kelebihan dari hasil rampasan perang serta pemasukan dari pembayaran jizyah dan kharaj (pajak). Dari dana yang terkumpul di Baitul Maal ini, Khalifah Umar mulai menerapkan sistem pemberian tunjangan kepada orang-orang Arab pedalaman yang selama ini menjadi tentara pasukan Islam. Semua pembagian ini dilaksanakan di masjid.

14. Itulah bbrp fungsi masjid dari masa ke masa

Fungsi masjid: pusat kegiatan keumatan
- ibadah
- dakwah
- pendidikan
- ekonomi
- sosial dan politik

Fungsi-fungsi itu kemudian bergeser, masjid mulai kehilangan bbrp fungsinya:
- pendidikan: berdirinya institusi pendidikan madrasah, sekolah, perguruan tinggi
- ekonomi: berdirinya institusi ekonomi, termasuk lembaga lazis dan wakaf yang tak berbasis masjid
- masjid dijauhkan dari isu-isu sosial politik
- dakwah pun kini tak lagi di masjid

Kita saksikan kini masjid mengalami degradasi fungsinya, dan hanya sbg tempat ibadah mahdoh saja.  

15. Bagaimana mengembalikan masjid ke fungsinya semula?

Masjid harus kembali direvitalisasi, tidak hanya sabagai pusat hablun minallah (ibadah mahdlah), tapi juga hablun minannas (social). Masjid adalah pusat orientasi kehidupan kaum muslim.

Inilah pekerjaan rumah terbesar kita selaku para pengurus masjid. 

@anangrikza
Jakarta, 28 Dzulqodah 1443
27 Juni 2022

Penulis:

Author Image

Administrator

Komentar:

DMI Kota Tangerang Selatan - Copyright 2022.